O82314464263 tumbler custom baygon, tumbler bottle custom
Efek polusi
plastik untuk lingkungan
Polusi plastik dapat mengenai tanah,
saluran air dan lautan. Organisme yang hidup, terutama hewan laut, dapat
dirugikan baik oleh efek mekanis, seperti terjerat di dalam objek plastik atau
masalah yang terkait dengan menelan limbah plastik, atau melalui paparan
terhadap bahan kimia di dalam plastik yang mengganggu fisiologi mereka.
Manusiapun juga dipengaruhi oleh polusi plastik, seperti melalui gangguan dari
berbagai mekanisme hormonal.
Pada 2018, terdapat sekitar 380 juta ton
plastik telah diproduksi di seluruh dunia setiap tahun. Dari tahun 1950 hingga
tahun 2018, diperkirakan terdapat 6,3 miliar ton plastik telah diproduksi di
seluruh dunia, yang diperkirakan 9% telah didaur ulang dan diperkirakan juga
12% lainnya telah dibakar. Di Inggris saja, lebih dari 5 juta ton plastik telah
dikonsumsi setiap tahun, yang diperkirakan hanya seperempatnya yang telah
didaur ulang, dan dengan sisanya akan dibuang ke landfill. Sejumlah besar
sampah plastik yang dibuang ini pasti akan memasuki lingkungan, dengan adanya
penelitian yang telah menunjukkan bahwa 90% tubuh burung laut mengandung
sisa-sisa plastik. Di beberapa daerah ada upaya-upaya yang cukup signifikan
untuk mengurangi keunggulan polusi plastik, melalui pengurangan konsumsi
plastik dan mempromosikan daur ulang plastik.
Baca juga : custom tumbler cups near me
Beberapa peneliti menyatakan bahwa pada
tahun 2050 kemungkinan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan
berdasarkan pada beratnya.
Dampak atau efek pada manusia
Karena penggunaan zat aditif kimia selama
proses produksi plastik, plastik pastinya memiliki efek berbahaya yang dapat
terbukti dengan menjadi karsinogenik atau mempromosikan gangguan endokrin.
Beberapa zat aditif digunakan sebagai phthalate plasticizer dan flame
retardants brominated.Melalui biomonitoring, bahan kimia yang ada di dalam
plastik, seperti BPA dan ftalat, telah diidentifikasi dalam populasi manusia.
Manusia dapat terpapar bahan kimia ini melalui hidung, mulut, ataupun kulit.
Meskipun tingkat paparannya bervariasi tergantung pada usia dan geografi,
sebagian besar manusia telah mengalami paparan simultan terhadap bahan-bahan
kimia ini. Rata-rata tingkat paparan harian masih berada di bawah tingkat yang
dianggap tidak aman, tetapi harus lebih banyak diadakan penelitian mengenai
efek paparan dosis rendah pada manusia. Banyak yang tidak mengetahui seberapa
parah manusia secara fisik dipengaruhi oleh bahan-bahan kimia ini.
Beberapa bahan-bahan kimia yang digunakan
dalam produksi plastik dapat menyebabkan dermatitis saat kontak dengan kulit
manusia.Dalam kebanyakan plastik, bahan kimia beracun ini hanya digunakan dalam
jumlah yang sedikit, tetapi pengujian signifikan diperlukan untuk memastikan
bahwa unsur-unsur beracun yang terkandung dalam plastik dengan bahan inert atau
polimer.
Hal ini juga dapat mempengaruhi manusia di
mana ia dapat merusak pemandangan yang mengganggu keindahan lingkungan alam itu
sendiri.
Pentingnya kesadaran manusia untuk
pengurangan konsumsi plastic yang dapat menimbulkan limbah yang dapat berdampak
buruk bagi manusia .
Kini saatnya berevolusi ke tempat minum
yang ramah linkungan dan tidak menimbulkan polusi plastic salah satu dengan
menggunakan tumbler untuk tempat air minum yang ramah lingkungan.
Dampak plastic terhadap lingkungan merupakan akibat
negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini
ternyata sangat signifikan. Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai
digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak
terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar
kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada
sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta
barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.
Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun
mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari
senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable).
Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat
terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat
mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.
Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan
minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah
adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan
palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.
Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer
polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB)
yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta kantong plastik yang sulit untuk
diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan
memberikan akibat antara lain:
- Tercemarnya tanah, air
tanah dan makhluk bawah tanah.
- Racun-racun dari
partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan
pengurai di dalam tanah seperti cacing.
- PCB yang tidak dapat
terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun
berantai sesuai urutan rantai makanan.
- Kantong plastik akan
mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
- Menurunkan kesuburan
tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan
ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
- Kantong plastik yang
sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan
angin hingga ke laut sekalipun.
- Hewan-hewan dapat
terjerat dalam tumpukan plastik.
- Hewan-hewan laut
seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap
kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak
dapat mencernanya.
- Ketika hewan mati,
kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur
menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.
- Pembuangan sampah
plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan
sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.
Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak
mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan
tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi
dioksin di udara. Bila manusia menghirup dioksin ini manusia
akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem
syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.
Terus gimana, dong?. Kita memang tidak mungkin bisa
menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi yang paling memungkinkan
adalah dengan memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian
plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle). Terakhir, mungkin
perlu regulasi dari pemerintah untuk meredam semakin meningkatnya penggunaan
plastik.


Komentar
Posting Komentar